Pemerintah Jangan Terburu Buru "Lockdown"

PEMERINTAH JANGAN TERBURU-BURU "LOCKDOWN" Oleh: S. Rangkuti (Kader Himpunan Mahasiswa Islam) Corona Virus Disiase 19 atau COVID 19...

PEMERINTAH JANGAN TERBURU-BURU "LOCKDOWN"
Oleh: S. Rangkuti (Kader Himpunan Mahasiswa Islam)

Corona Virus Disiase 19 atau COVID 19 telah menjadi hal yang menakutkan saat ini. Bagaimana tidak, serangan dari COVID-19 ini terus terjadi diberbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Di Indonesia, orang yang terjangkit virus tersebut mengalami peningkatan setiap harinya, bahkan tenaga medispun turut menjadi korban hingga meninggal dunia.

Hingga hari ini, pemerintah terus mencoba untuk melawan virus, mulai dari penyemprotan cairan disinfektan, mengisolasi yang terpapar COVID-19, hingga himbauan untuk dirumah saja.

Ada beberapa negara yang telah "lockdown" seperti Italia, Malaysia, dan lain sebagainya guna mencegah penyebaran COVID-19.

Sampai saat ini, Pemerintah Indonesia belum mengeluarkan pernyataan resmi untuk status "LOCKDOWN" melainkan hanya menghimbau untuk mengurangi aktivitas diluar rumah.

Apabila status LOCKDOWN tersebut ditetapkan, tentunya akan timbul masalah baru. Memang hal ini layaknya buah "simalakama" bagi Pemerintah.

Belum lagi di Lockdown, stabilitas perekonomian mulai tergoncang, dimana Nilai tukar mata uang Rupiah terus melemah hingga per 23/03/2020 telah mendekati angka Rp. 17.000/dolar.

Beberapa dampak apabila Pemerintah melakukan Lockdown guna mengurangi penyebaran COVID-19 sebagai berikut:

1. Masyarakat terancam PHK
Dapat dipastikan masyarakat hanya beraktivitas dirumah ataupun tidak bekerja. Lantas bagaimana nasib kehidupan rakyat, apalagi yang bekerja diperusahaan. Bisa saja seketika perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara massal guna mengurangi biaya operasional perusahaan. Hal ini dikarenakan, perusahaan tidak ingin memberi gaji karyawan secara cuma-cuma atau karyawan yang tidak mengeluarkan keringat untuk perusahaan.

2. Ancaman Rush Money secara massal
Apabila dikeluarkan staus Lock Down, tentunya masyarakat akan menstok uang untuk memenuhi perbekalan kebutuhan sandang dan pangan hingga status tersebut dicabut. Untuk pemenuhan kebutuhan tersebut, tentu dibutuhkan uang untuk membelinya, sehingga akan terjadi dimana-mana penarikan uang secara massal atau _rush money_ yang dapat menimbulkan kekacauan perekonomian layaknya krisis moneter beberapa tahun yang lalu.

3. Hambatan untuk beribadah
Rakyat Indonesia yang beragam agama seperti Islam, Protestan, Katolik, Hindu, Budha, Konghucu dan aliran kepercayaan lainnya tentu memiliki kewajiban untuk melaksanakan ibadah. Misal bagi yang beragama Islam, shalat jum'at yang jamaahnya ramai, maupun ibadah minggu bagi yang nasrani dengan jamaah yang ramai, serta lainnya tentu terhambat akibat status lock down tersebut.

4. Ketersediaan sandang dan pangan
Jika status Lockdown ditetapkan, maka sejauh mana persiapan Pemerintah untuk mengakomodir kebutuhan pokok seperti makanan dan air untuk masyarakat. Tentu hal ini yang paling urgent. Perlu dikhawatirkan dari status tersebut ialah kelaparan massal dikarenakan keterbatasan atau kelangkaan pasokan sandang pangan. Kemudian dari sisi lain, bisa saja adanya penimbunan bahan makanan sehingga kebutuhan dipasar kurang yang menyebabkan harga naik melambung tinggi.

Beberapa permasalahan tersebut hanyalah sebagian dari banyaknya dampak negatif dari status LOCKDOWN, apabila ditetapkan pemerintah. Maka dari itu penulis berharap Presiden Republik Indonesia Bapak Ir. Joko Widodo tidak terburu-buru dalam mmengambil langkah untuk me-Lockdown Indonesia seperti negara lain. Dan untuk seluruh rakyat Indonesia,mari bersama menjaga kesehatan dan mengikuti himbauan dari pemerintah untuk kebaikan dan keberlangsungan berbangsa dan bernegara. Serta terimakasih untuk tenaga medis yang terus berjuang untuk menyelamatkan para korban dari COVID-19.

KOMENTAR

banner
Nama

Aek Kuasan,8,Aek Songsongan,1,Agenda,22,Air Joman,1,Aksi Solidaritas,2,Aksi Sosial,8,Akun Facebook,1,Alumni,1,APBD,1,ARB,1,Asahan,4,Asahan III,1,Award,1,AXCI,2,Bakti Kampus,1,Bandar Pulau,2,Bantuan Pemerintah,1,BAPOSBUD,1,Batubara,1,BBM,1,BDP UNA,1,Beladiri,1,BEM,6,BEM FH,1,BEM FKIP,2,Benny Wenda,1,Berbagi Takjil,1,Berita Duka,3,Biografi,2,BJ Habibie,2,Blog,1,BP Mandoge,2,BPJS,3,Bupati Asahan,4,CCTV,1,Cerpen,1,Covid-19,16,Curanmor,1,Dekanat,7,Demokrasi,2,Demonstrasi,4,Desa Aek Loba,8,Desa Huta Rao,1,Desa Perk Bandar Pulau,2,Desa Rahuning Induk,1,Desa Sei Nadoras,1,Desa Suka Makmur,1,Dewan Pers,1,Dialog Interaktif,1,Dinas Pertanian Asahan,1,Dosen,3,DPM,4,Dr Salim Fauzi,1,Dunia,4,Edaran,1,Event,5,Faperta UNA,9,Fasilitas Kampus,3,FBK Kemendikbud,1,FE UNA,1,FH UNA,12,FKIP,3,FKIP UNA,4,G30S,1,George Floyd,1,Gubsu,1,Gudsur,1,Hama,1,Hari Anak Nasional,1,Hari Pahlawan,1,Hidroponik,3,Himagrotek UNA,1,HKTI,1,HmI,5,HMJ,1,Hukum,4,HUT Asahan,1,IAIDU,1,IMAPEKA,1,IMM,1,Info Kampus,6,Inovasi,1,Iran,1,Isra Miraj,2,Jamsos,2,Kaleidoskop,1,Karya,1,Karya Bebas,4,Keg,1,Kegiatan,14,Kehamilan,1,Kerjasama,2,Kerjasama Internasional,1,Kesehatan,3,Ketenagakerjaan,2,Khofifah,1,Kilometer Nol,1,KKN,25,KNPI,1,Kolam Renang,1,Komunis,1,Konservasi,1,Kopertis,1,KPAI,1,Kreativitas,2,Kriminal,3,Kurban,1,Labuhanbatu,1,Lalu Lintas,1,Lingkungan,1,LLDIKTI,1,Lomba,2,Maba,1,Magang,1,Magister,1,Mahasiswa,15,Mahatma Gandhi,1,Mangrove,2,Mapala,9,Marching Band,1,Masjid Achmad Bakrie,1,Memanfaatkan Botol Bekas,1,MoU,1,MPM,1,Musrenbang,1,Narkoba,1,Nasional,7,New Normal,1,Olahraga,3,Olimpiade,1,OMEK,1,Omnibus Law,1,Open Donasi,1,Opini,12,Organisasi Mahasiswa,5,Ormas,1,Pam Swakarsa,1,Papua,2,Pasca Sarjana,2,Paus,1,Pendidikan,3,Penelitian,1,Penerimaan Mahasiswa Baru,7,Pengabdian Masyarakat,2,Penghijauan,1,Pengumuman,1,Pentas Seni,1,Penyuluhan,1,Peradilan,1,Peraturan,2,Perempuan,1,Perikanan,2,Peristiwa,2,Pers Mahasiswa,3,Persma Grahita,1,Pertamina,1,Pertanian,7,Pilbup 2020,1,PKI,1,PKKMB,5,PMB UNA,8,PMII,1,Polisi,3,Politik,5,Polres Asahan,2,Polres Tanjungbalai,1,PPWI,1,Pramuka,1,Presma,6,Prestasi,2,Program Doktor,1,Prokes,1,Pupuk,1,Rahuning,1,Raja Dame,1,Rawang Panca Arga,1,Rawang Pasar IV,3,Rektorat,16,Religius,2,Renungan,1,Reuni,1,S Rangkuti,3,S3,1,Sabang,1,Sampah Daur Ulang,1,SAPMA IPK,1,Satpam,1,Satwa,1,Sei Dadap,1,Sei Kamah II,1,Sejarah,3,Sejarah Hari Ini,2,Seminar,1,Seminar Motivasi,1,Sherly Annavita,1,Silau Laut,2,Silo Lama,3,Silo Laut,1,Social Control,1,Sosial,1,Sosialisasi,5,SPRI,1,Suara USU,2,Sumut,2,Talkshow,1,Tambang,1,Teknologi,1,Tercecer,2,Terorisme,1,Tips dan Trik,2,TKI,1,Tokoh,2,Trending Topic,1,UKM,14,Ulama,1,UMKM,4,Unicef,1,Universitas Putra Malaysia,1,Upacara,1,USA,1,Viral,1,Wakil Bupati Asahan,1,Wartawan,1,Wisata,1,Yayasan,9,
ltr
item
PERS MAHASISWA: Pemerintah Jangan Terburu Buru "Lockdown"
Pemerintah Jangan Terburu Buru "Lockdown"
https://1.bp.blogspot.com/-LHLrWSZIbTA/Xnhb288-p7I/AAAAAAAABJY/zAGh26N_a-QEwuxllAlnSL2tSVNR9ccEwCLcBGAsYHQ/s320/PEMERINTAH%2BJANGAN%2BTERBURU-BURU%2BLOCKDOWN.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-LHLrWSZIbTA/Xnhb288-p7I/AAAAAAAABJY/zAGh26N_a-QEwuxllAlnSL2tSVNR9ccEwCLcBGAsYHQ/s72-c/PEMERINTAH%2BJANGAN%2BTERBURU-BURU%2BLOCKDOWN.jpg
PERS MAHASISWA
https://www.persmahasiswa.com/2020/03/pemerintah-jangan-terburu-buru.html
https://www.persmahasiswa.com/
https://www.persmahasiswa.com/
https://www.persmahasiswa.com/2020/03/pemerintah-jangan-terburu-buru.html
true
6594029991993515921
UTF-8
Scroll Lainnya Ini yang terakhir. Lihat Semua... Selengkapnya... Reply Cancel reply Delete Oleh Beranda Halaman Artikel Lihat Semua BACA JUGA ARTIKEL TERKAIT DI BAWAH INI: LABEL Arsip Pencarian... Semua Artikel Artikel yang kamu cari tidak ada di sini. Kembali ke Beranda Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Pengikut Mengikuti THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content