Tanpa Penetrasi, Mandi Bareng Di Kolam Renang Bisa Bikin Hamil?

Jagat dunia maya sedang digegerkan oleh pernyataan Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Saya tidak ingin menyebut namanya, karena belakangan yang bersangkutan telah minta maaf, bahkan meminta rekan-rekan media untuk tidak mem-viral-kan pernyataannya.

Komisioner KPAI tersebut, sebelumnya, melalui video wawancara yang beredar, ia mengatakan soal: -perempuan bisa hamil gegara mandi sekolam dengan laki-laki, -walaupun tidak ada penetrasi, -karena adanya sperma yang kuat, -dll. Yang intinya begitulah. Dan memang akhirnya pernyataannya itu viral. Hingga ramai sekali netizen yang menyoroti.

Video yang berisi pernyataan hamil gegara mandi kolam itu pun muncul bertebaran di semua beranda grup media sosial. Beberapa muncul tanpa caption (keterangan -pen), namun tak sedikit pula yang menyertakan caption. Caption ala-ala netizen.

Kita semua pahamlah bagaimana netizen-netizen ini bertahan hidup dengan segala captionnya. Apalagi netizen yang mahabenar. Macam saya. Tapi saya tidak ikut-ikutan berkomentar atau memposting atau membagikan soal video itu. Karena lagi pusing putar otak buat bayar utang uang kuliah dan uang KKN. Eh.

Kita balik ke soal kehamilan akibat mandi kolam yang sedang viral itu. Banyak media akhirnya meminta keterangan dari ahli biologi atau semacamnya. Yang memang punya kapasitas menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar anatomi organ reproduksi manusia, dan sebagainya yang berkaitan dengan kehamilan.

Salah satunya saya baca dari media nasional, dan disimpulkan bahwa hanya ada satu penyebab kehamilan. Yaitu sel sperma yang berasal dari laki-laki, berhasil menemukan sel telurnya perempuan. Lalu berkembang, menjadi embrio. Hamil.

Terus apakah ini bisa terjadi ketika perempuan berenang bareng laki-laki di dalam kolam? Tidak semudah itu ferguso!

Pertama, memang kehamilan bisa terjadi tanpa adanya penetrasi ala-ala jepang. Karena untuk mencapai kehamilan, syaratnya hanya mempertemukan sel sperma dengan sel telur. Seperti program bayi tabung yang dilakukan tanpa penetrasi. Tapi, mari baca berikutnya.

Kedua, sperma tidak bisa bertahan lama di lingkungan biasa tempat manusia hidup. Walaupun dalam 1 ml bisa mengandung 20 jutaan sel sperma, kesemuanya bahkan tidak bisa bertahan hidup lebih dari 30 detik di dalam air steril. Apalagi di dalam air kolam yang memang mengandung zat kimia kaporit. Pasti lebih cepat mati. Kalau mati berarti tidak bisa menjelajah hingga ke sel telur dong.

Ketiga, laki-laki ferguso mana sih yang mengeluarkan sperma pas lagi berenang? Kita sepakat bahwa sperma keluar melalui proses ejakulasi. Dan ejakulasi mustahil terjadi  bersamaan dengan melalukan olahraga. Apalagi renang yang sudah pasti dia kuyup kan?

Nah jadi bisa dikatakan, kehamilan bisa terjadi atau diawali di kolam renang kalau antara laki-laki dan perempuan itu, pergi ke kolam bukan untuk berenang. Tapi untuk penetrasi. Karena sperma secara sengaja diperkenalkan langsung dengan sel telur. Setelah penetrasi.

Nasib baik kalau keduanya sudah menikah. Berarti perempuan akan hamil, lalu mereka punya anak. Hidup damai.

Nah kalau laki-laki dan perempuan belum mahram berduaan di dalam kolam? Pasti langsung lahir tuh yang ketiga. Apa itu? Ya setan lah. Hehe.


Tulisan ini dikirimkan oleh Rahmad Syambudi (FH UNA). Kamu boleh menulis dan mengirimkan tulisan bebas untuk dipublikasikan di www.persma-una.online melalui link https://www.persma-una.online/p/kirim-artikel.html
Isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis/pengirim.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak