Pilpres 2029 disebut bakal jadi penentuan nasib karier politik Anies Baswedan.
Bahkan pengamat politik minta Anies Baswedan lakukan 1 hal.
Apa yang disarankan pengamat tersebut? analis komunikasi politik Hendri Satrio menyatakan, nasib politik Anies Baswedan akan ditentukan di pemilihan Pilpres 2029.
Sebab, Hensa menilai jalan yang kini tersedia bagi mantan Gubernur DKI Jakarta itu tidak ada yang mudah.
Menurutnya, Anies harus memilih jalan tetap idealis atau pragmatis untuk tetap berada di konstelasi politik nasional.
"Anies ini pilihannya sekarang memang enggak enak, kalau idelis bisa jadi hilang dari percatursan nasional. Kalau dia pragmatis mungkin banyak pendukungnya gak suka, "kata Hensa kepada wartawan. Menurut Hensa, Anies bisa saja menjadi idealis dan membesarkan partai besutannya, Gerakan Rakyat yang baru-baru ini ia luncurkan.
Namun, Founder Lembaga Survei Kedai KOPI ini mengingatkan bahwa partai tersebut masih harus melewati verifikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebelum bisa mengusung calon presiden. Proses itu, kata dia, tidak mudah dan membutuhkan biaya besar, belum lagi juga tantangan-tantangan politik yang akan ia hadapi selama membesarkan Partai Gerakan Rakyat.
Enngak gampang (untuk membesarkan Partai Gerakan Rakyat), butuh biaya besar, belum lagi ada hambatan-hambatan politik kan, ini kan politik dan lawan-lawan politiknya Anies, kalau Anies mau maju kan enggak diem aja, " kata Hansa.
Sementara itu, Hensa berpendapat bahwa Anies bisa menjadi pragmatis dengan membuka kemungkinan dirinya bergabung dengan kendaraan politik yang sudah ada.
Menurutnya, ini menjadi pilihan mudah untuk Anies agar namanya tetap berada di peredaran politik nasional, meski juga bisa saja ia tak diusung sebagai capres melainkan sebagai wapres.
"Kalau dia pragmatis, 2034 nanti dia bisa berlaga. Jadi artinya kayak 'ya udah lah gue jadi wakilnya siapa dulu gitu,' masuk dulu, membina lagi karir politiknya,"kata Hensa.
" Anies ini pilihannya sekarang memang engga enak, kalau idelais bisa jadi dia hilang dari percaturan nasional. Kalau dia pragmatis mungkin banyak pendukungnya gak suka," kata Hensa kepada wartawan.
Menurut Hensa, Anies bisa saja menjadi idealis dan membesarkan partai besutannya, Gerakan Rakyat yang baru-baru ini ia luncurkan.
Namun, Founder Lembaga Survei KedaiKoopi ini mengingatkan bahwa partai tersebut masih harus melewati verifikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebelum bisa mengusung calon presiden.
Proses itu, kata dia, tidak lahj mudah dan membutuhkan biaya yang sangat besat, belum lagi tantangan-tantangan politik yang akan ia hadapi selama membesarkan Partai Gerakan Rakyat.
