Karena Gempa atau Tertabrak Kapal, 7 Hal ini Bisa Akibatkan Paus Terdampar

Source: WWF Indonesia
Penyelamatan seekor Ikan Paus Bungkuk (Megaptera Novaeangliae) terdampar yang dramatis di perairan Desa Silo Baru, Kecamatan Silau Laut, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara pada Sabtu (11/1/2020) lalu menarik perhatian publik. Diketahui, sebelum terdampar mati, mamalia yang dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 ini sempat diselamatkan oleh nelayan dan penduduk setempat dengan mendorong ke tengah laut.

Ikan Paus Bungkuk di Desa Silo Baru. By: Hendra Syamhari/AFP

Di hari yang sama, pada Sabtu (11/1/2020) aparat berwenang melakukan penguburan seekor Paus Sperma yang ditemukan terdampar mati di Pantai Babarru, Bowombaru, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara

Sebelumnya, pada Sabtu (4/1/2020) juga ditemukan Paus Pilot yang ditaksir memiliki berat 2 ton terdampar mati di Desa Tolotio, Bone Pantai, Gorontalo.

Dari rangkaian peristiwa di berbagai daerah terkait penemuan Ikan Paus yang terdampar membuat banyak pihak berspekulasi. Mulai adanya mitos kesialan sampai mitos keberuntungan. Lalu apa saja faktor yang menyebabkan Ikan Paus terdampar atau mati? Artikelnya sudah kami rangkum dalam Karena Gempa Sampai Tertabrak Kapal, 7 Hal ini Bisa Akibatkan Paus Terdampar. Selengkapnya antara lain :

1. Pencemaran Laut
Proses otopsi paus.
Kebersihan laut adalah unsur penting untuk menjaga ekosistem di dalamnya agar tetap sehat dan lestari. Laut yang bersih merupakan habitat yang baik bagi makhluk laut, termasuk ikan paus. Keberadaan benda asing (sampah) di dalam laut seringkali menjadi sebab kenapa ikan paus terdampat.

Seperti dilansir detik.com, pada Maret 2019 lalu, ikan paus ditemukan mati dengan kondisi perut yang penuh sampah di Filipina. 40 Kilogram sampah yang tediri dari sampah plastik, karung, dan bahan plastik lainnya ditemukan ketika proses otopsi bangkai paus berlangsung. Ahli Biologi Kelautan dan Sukarelawan D'Bone Collector Museum di Davao City, Filipina kemudian menyatakan kematian ikan paus disebabkan oleh "gastric shock" usai menelan sampah plastik.

Hal serupa pernah terjadi di Wakatobi, Sulawesi Tenggara pada November 2018 lalu. Seekor paus ditemukan mati dengan 6 Kilogram sampah di dalam perutnya. Selain sampah berbahan plastik, tumpahan minyak di permukaan air laut juga berdampak buruk bagi kehidupan bawah laut.


2. Tertabrak Kapal

Lalu lintas pelayaran tak jarang bersilangan dengan lalu lintas migrasi hewan laut termasuk ikan paus. Ketika perubahan musim, paus akan bermigrasi untuk bertahan hidup.

Bangkai Paus Bungkuk yang penuh luka ditemukan di sungai Thames, Inggris pada Oktober 2019 lalu. Ilmuwan dari Zoological Society of London (ZSL) yang melakukan otopsi mengungkapkan luka yang tampak pada tubuh paus disebabkan oleh hantaman kapal. Investigasi lebih lanjut juga memperkuat bahwa benturan kapal sekaligus menjadi penyebab kematiannya seperti dilansir kumparan.com.

"Temuan utama adalah luka besar di bagian bawah kepala, terkait dengan fraktur ada di sepanjang salah satu rahang bawah," ujar Rob Deaville, manajer proyek Program Investigasi Cetacean Strandings ZSL, dalam sebuah pernyataan resminya.

Pihak ZSL menduga Paus Bungkuk tertabrak kapal di tengah laut dan terdampar di sungai Thames, Inggris karena lemas, akhirnya mati.


3. Sakit
Sampah plastik di permukaan laut.
Selain luka akibat tertabrak kapal dan infeksi akibat menelan sampah plastik, Ikan Paus yang mati terdampar juga dapat dikarenakan ketidaksanggupan untuk kembali ke tengah laut. Hal ini bisa diakibatkan karena umur paus yang sudah tua. Ikan Paus memiliki masa hidup yang cukup lama. Paus Pembunuh diketahui dapat hidup 29 tahun, dan yang terlama Paus Biru yang dapat hidup hingga umur 90 tahun. 


4. Perubahan Iklim / Cuaca Buruk
Kotoran Paus Sperma separ emisi CO2. Source: bbc.com
Cerita Ikan Paus yang terdampar tidak bisa dipisahkan dengan gejala alam. Perubahan iklim dan cuaca buruk sering menjadi penyebab paus terdampar.

Seperti baru-baru ini yang terjadi di Pantai Songka, Palopo, Sulawesi Selatan pada 6 Januari 2020 kemarin. Karena cuaca buruk, seekor ikan paus terdampar di Pantai Songka, Kota Palopo, Sulawesi Selatan. Sejumlah nelayan bahu membahu menyelamatkan paus dengan mendorongnya kembali ke laut.

Dikutip dari kompas.tv, Dinas Perikanan Palopo mengidentifikasi bahwa paus yang sempat terdampar di Pantai Songka, Sulawesi Selatan adalah jenis paus sirip kepala kotak yang diduga tersesat di Teluk Bone akibat cuaca buruk.


5. Teknologi Sonar

Banyak peneliti meyakini gelombang sonar mungkin memicu perilaku tertentu pada paus, yang mengganggu mereka dalam mengelola gas di dalam tubuh mereka. Akibatnya, kemampuan mereka menyelam dan timbul ke permukaan dengan aman pun terganggu. Sehingga paus dapat tersesat akibat kerusakan sistem navigasi alami.

Kebisingan dalam laut adalah masalah besar, yang muncul sebagai dampak kegiatan manusia memasukkan suara (dengan beragam intensitas dan frekuensi) ke dalam laut, yang berasal dari berbagai teknologi bahkan peledakan.


6. Gempa
Penyebab paus sering terdampar. Source: grid.id
Gempa laut juga merupakan sumber kebisingan di bawah laut, yang juga bisa menyebabkan kerusakan fisik atau perilaku yang mengakibatkan paus terdampar, meski belum seorang pun yang membuat hubungan statistik di antara keduanya.

"banyak penyebab lain paus yang terdampar, termasuk karena "tertabrak kapal, sakit, pencemaran, tersasar, sonar, dan gempa.", ujar Dwi Suprapti, Marine Species Conservation Coordinator, World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia menanggapi peristiwa terdamparnya kawanan Paus di Aceh pada November 2019 yang lalu seperti dilansir bbc.com.

"Untuk yang kali ini (di Aceh) masih diduga itu ada korelasi dengan potensi gempa...namun masih harus dilakukan penelitian mendalam (menyangkut kaitan paus terdampar dan gejala alam)," tambahnya.


7. Ikatan Sosial
Gaya tidur paus. Source: viva.co.id
Beberapa tahun lalu, lumba-lumba paruh pendek terdampar hidup-hidup di Teifi Estuary, Inggris. Satu paus diketahui mati dan hasil otopsi menunjukkan hewan itu memiliki infeksi parasit paru berat sehingga mengakibatkan sulit bernafas. Namun beberapa kawanan lainnya tampak muncul di sekitar dan mengeluarkan suara siul terus-menerus.

Setelah berhasil dikembalikan ke tengah, lumba-lumba berenang pergi. Kejadian itu menunjukkan kuatnya ikatan sosial yang terjadi di antara kawanan ikan lumba-lumba. Ketika kita melihat sejumlah besar paus atau lumba-lumba seolah-olah melakukan bunuh diri massal, kemungkinannya adalah mereka saling merespon satu sama lain secara vokal, mencerminkan hubungan sosial mereka yang kuat.

Namun riset menunjukkan bahwa paus yang terdampar massal belum tentu saling terkait satu sama lain. Jadi mungkin kasus terdampar beramai-ramai adalah cerminan dari betapa kuatnya ikatan sosial di antara paus.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak