Pasang Iklan Murah

Pasang Iklan Di Sini

Cara Membuat Daftar Pustaka

Cara Membuat Daftar Pustaka

Cara membuat daftar pustaka wajib dikuasai oleh pelajar atau mahasiswa. Pasalnya, cara membuat daftar pustaka terbilang mudah dan singkat bila kita mau mempelajarinya. Dengan aplikasi Microsoft Word, membuat daftar pustaka sangat mungkin dilakukan dalam hitungan menit. Sebelum kita melakukan cara membuat daftar pustaka di dokumen, ada baiknya kita mengetahui fungsi daftar pustaka terlebih dahulu.

Fungsi Membuat Daftar Pustaka

Daftar Pustaka berfungsi sebagai notifikasi atau pemberitahuan sumber referensi bagi pembaca naskah ilmiah. Dalam naskah ilmiah baik itu makalah atau skripsi, daftar pustaka menunjukkan sumber kutipan dari naskah lain. Apakah itu naskah ilmiah, pendapat ahli, opini profesional, atau media massa.

Berbeda dengan footnote atau catatan kaki yang ditulis di bagian paling bawah setiap halaman yang mengandung kutipan, daftar pustaka biasanya ditulis dalam bagian atau halaman tersendiri yaitu halaman dengan judul besar Daftar Pustaka. Halaman daftar pustaka berisi kumpulan sumber atau referensi kutipan  secara keseluruhan dari seisi naskah.

Cara Penulisan Daftar Pustaka yang Baik

Cara membuat daftar pustaka berbeda-beda tergantung bagaimana aturan penulisan daftar pustaka. Aturan yang dimaksud tertulis di dalam pedoman penulisan naskah ilmiah. Pedoman penulisan naskah ilmiah itu sendiri berbeda-beda antara instansi atau lembaga pendidikan yang satu dengan yang lain. Untuk itu perlu diketahui bagaimana pedoman cara penulisan daftar pustaka di instansi / sekolah / atau kampus kamu.

Jika ditanya tentang bagaimana cara menulis daftar pustaka yang baik, jawabannya adalah penulisan yang sesuai dengan pedoman penulisan naskah ilmiah. Perbedaan letak penulisan daftar pustaka tidak menunjukkan baik dan buruk. Sebab fungsi daftar pustaka sudah kita ketahui bersama, yaitu: sebagai notifikasi atau pemberitahuan sumber referensi bagi pembaca naskah ilmiah.

Contoh Penulisan Daftar Pustaka

Meskipun berbeda-beda antar lembaga satu dengan yang lain, arti penulisan daftar pustaka seringkali mudah dipahami pembaca. Dalam struktur atau susunan penulisan daftar pustaka, mengandung beberapa informasi antara lain:

  1. Nama Penulis. Misalnya: Soejono Soekanto;
  2. Judul Buku atau Naskah, biasanya ditulis dengan cetak miring atau Italic. misalnya: Penelitian Hukum Normatif (Suatu Tinjauan Singkat);
  3. Tahun Terbit. Misalnya: 2004
  4. Nama Penerbit. Misalnya: Rajawali Press
  5. Tempat Diterbitkan. Misalnya: Jakarta

Dari beberapa poin atribut atau informasi di atas, maka contoh penulisan daftar pustaka yang baik adalah yang sesuai pada pedoman penulisan yang diatur oleh sekolah atau kampus, beberapa contoh penulisan biasanya seperti di bawah ini:

  • Soejono Soekanto, Penelitian Hukum Normatif (Suatu Tinjauan Singkat), (Rajawali Press: Jakarta, 2004).
  • Soejono Soekanto. 2004. Penelitian Hukum Normatif (Suatu Tinjauan Singkat). Jakarta: Rajawali Press.

Cara membuat daftar pustaka, sekali lagi wajib dipahami oleh kita. Kedua contoh penulisan daftar pustaka di atas memang nampak berbeda namun instansi, sekolah, atau kampus memiliki ciri khas tersendiri. Hal ini agar pembaca dapat mengenali dari sekolah atau kampus mana asal dari suatu karya ilmiah.

Posting Komentar

0 Komentar