Program Kampus Merdeka Terkesan Lemahkan Tri Dharma Perguruan Tinggi


Kampus Merdeka merupakan bagian dari kebijakan Merdeka Belajar oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia yang memberikan kesempaatan bagi mahasiswa/i untuk mengasah kemampuan sesuai bakat dan minat dengan terjun langsung ke dunia kerja sebagai persiapan karier masa depan.

Dimana ini dituntut agar mahasiswa lebih giat belajar serta penelitian demi cepat proses menjalani pendidikan agar dapat terjun ke dunia basic keahlian atau mendapatkan pekerjaan. 

Tujuan kebijakan Merdeka Belajar - Kampus Merdeka, program hak belajar tiga semester diluar program studi adalah untuk meningkatkan kompetensi lulusan, baik soft skills maupun hard skills, agar lebih siap dan relevan dengan kebutuhan zaman, menyiapkan lulusan sebagai pemimpin masa depan bangsa yang unggul. 

Namun program Kampus merdeka terkesan melemahkan peran Mahasiswa dalam penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi hal tersebut berdasarkan penilaian seorang Mahasiswa Universitas Asahan bernama Azhari Munthe dimana ia beranggapan bahwa ada sedikit kontrak mengenai program Kampus Merdeka. 

Dikatakannya bahwa peran mahasiswa tidak terlepas dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni Pembelajaran, Penelitian, Pengabdian masyarakat sedangkan menurut analisis nya bahwa Program Kampus Merdeka tidak pro tentang pengabdian masyarakat. 

"Peran mahasiswa tidak terlepas dengan itu, nah saat ini kami menilai bahwa mahasiswa di nina bobo kan dengan adanya Kampus Merdeka bahkan ini juga mengkunci gerakan organisasi kemahasiswaan," cetus Azhari, Senin (22/11/2021). 

Mahasiswa Fakultas Ekonomi itu pun mengatakan memang kita akui bahwa program yang didirikan oleh Menteri Pendidikan Budaya Riset dan Teknologi, Nadiem Makarim itu sangat bermanfaat untuk mahasiswa dimana ini menurunkan angka pengangguran namun dibalik itu semua tanpa kita sadari bahwa mahasiswa seperti di nina bobo kan artinya disini tidak condong tentang pengabdian masyarakat. 

"Tentunya kita bisa menilai bahwa mahasiswa juga harus terdepan menyuarakan kebutuhan masyarakat, program kampus Merdeka terkesan tidak sinkron dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi," pungkasnya. 

Dikatakanmya lagi jika mengingat sejarah bahwa mahasiswa sangat berperan penting dalam memperjuangkan hak-hak keadilan, dan jika program kampus Merdeka hanya menguntungkan diri sendiri untuk selamat jenjang carir setelah menjalani pendidikan baiknya tidak usah anda menjadi mahasiswa. 

"Kita dukung Program Kampus Merdeka namun kita jangan lupakan Tri Dharma Perguruan Tinggi," beber aktifis berambut gondrong ini.

1 Komentar

  1. thanks for your information, dont forget to visit airlangga university website https://www.unair.ac.id/2022/06/03/unair-dan-rspal-dr-ramelan-gagas-kerja-sama-tri-dharma-perguruan-tinggi/

    BalasHapus
Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak