Covid Versi Terbaru Sudah "Update", Kita Harus "Uninstall" Versi Lama

Covid Versi Terbaru Sudah "Update", Kita Harus "Uninstall" Versi Lama

Covid Versi Terbaru Sudah "Update", Kita Harus "Uninstall" Versi Lama
Oleh: Rahmad Syambudi, Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Asahan


Setahun terakhir, dunia dikejutkan dengan kemunculan virus yang mematikan. Corona Virus Disease 2019 yang sekarang lebih akrab disebut Covid-19. Risiko kematian tersebut mengancam semua orang dengan beberapa kategori: umur 50 tahun lebih, memiliki riwayat penyakit kronis, dan lemah daya tahan tubuh. Umumnya pasien pengidap Covid-19 mengalami gejala sesak nafas, panas tinggi, dan batuk  yang di banyak kasus diakhiri meninggal dunia.

Covid-19 dikatakan World Health Organisation (WHO) dan berbagai Media Internasional, dapat menular di kerumunan masyarakat melalui droplet, bersentuhan, dan bahkan kentut. Gegaranya, pasangan suami-istri pun diminta untuk menggunakan masker. Bahkan di dalam kamar. Mengingat penularan Covid-19 yang sangat cepat dan mudah. Banyak masyarakat enggan bertamu dan menjamu tamu lantaran pernyataan WHO tentang kategori orang pengidap Covid-19 yang tidak memiliki gejala masih berkeliaran.

Stay at home, work from home, social distancing, physical distancing, dan lockdown merupakan anjuran WHO dalam pencegahan penularan Covid-19. Indonesia sendiri memilih jalan lain: Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang pada intinya sama saja. Menjaga jarak aman berinteraksi antar sesama.

Pemerintah Indonesia melalui lembaga-lembaga di bawahnya telah mengeluarkan kebijakan meliburkan sekolah-sekolah dari kegiatan seperti biasa, menutup tempat ibadah, meniadakan aktivitas di dalam kampus dan instansi pemerintahan, serta kebijakan lain sebagai upaya mencegah penularan Covid-19.

Namun, sejak kemunculan awal di Indonesia pada Maret 2020 lalu hingga artikel ini ditulis (28 Desember 2020 pukul 12.20 WIB), di Negara +62 sendiri kasus Covid-19 tercatat mencapai angka 706.837 dengan kasus meninggal dunia 20.994 orang. Banyak pihak menilai upaya yang dilakukan, biaya yang telah dikeluarkan, dan risiko lain yang telah diambil pemerintah dalam mengeluarkan kebijakan tidak sebanding dengan hasil yang tak begitu baik. Angka kasus Covid-19 masih tergolong tinggi.

Belum lagi klir persoalan Covid-19, telah diumumkan Varian baru dari Covid-19. Varian Covid-19 terbaru ini bermula di Inggris dan dikhawatirkan lebih cepat menular juga mematikan dibanding Covid-19 versi lama. Gejalanya pun tidak lagi sama. Ada beberapa pembaruan gejala seperti: kelelahan, kehilangan selera makan, sakit kepala, diare, kebingunan, nyeri otot, dan ruam kulit.

Tribunnews pada artikelnya berjudul Deteksi Varian Baru Corona dari Inggris, Korea Selatan Percepat Vaksinasi merilis Versi Baru Covid-19 ini telah menjangkit di beberapa Negara Eropa, Kanada, Yordania, dan Jepang. Beberapa Negara membatasi perjalanan menuju Inggris karenanya.

Tahun 2021, masyarakat Indonesia dihadapkan pada pilihan-pilihan sulit menghadapi Covid-19. Terlebih munculnya Covid-19 versi terbaru. Dengan versi lama yang masih penuh tanda tanya, versi terbaru tentu sulit untuk diterima.

Selama tahun 2020 ini masyarakat sudah cukup patuh terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah. Banyak masyarakat yang rela kehilangan pekerjaan, kehilangan usaha, bahkan kehilangan kualitas pendidikan demi membantu pemerintah mencegah penularan Covid-19 di Indonesia.

Menjelang tahun 2021, rasa was-was masyarakat masih menghantui. Dapur harus mengepul, perut harus diisi, anak-istri harus dinafkahi, usaha harus berjalan, pekerjaan harus bertahan, dan kualitas pendidikan harus didapatkan. Semua itu tentu tidak mungkin dicapai bila versi lama Covid-19 belum di "uninstall". Dengan cara meningkatkan imun tubuh yaitu: tetap menjaga kebersihan lingkungan, konsumsi makanan sehat, dan rutin berolahraga santai.

Dengan sistem imun yang kuat, tubuh dengan sendirinya kebal terhadap pengaruh partikel asing (antigen) yang berasal dari luar tubuh, termasuk Virus Covid-19.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak