Pers Mahasiswa AreaSaturday, 18 Nov 2017
Find Us on : RSS/Feed Facebook Twitter

Cabang terbaru olimpiade psikologi HIMPSI Psychofilm bertuan rumah di STIPSI Jogja

- 27 October 2017, 03:10

Exif_JPEG_420

PERSMAHASISWA.COM, Yogyakarta – Olimpiade Psikologi yang di ada kan oleh Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI), kali ini bertempat di Kota Gudeg yaitu D.I. Yogyakarta.

Acara ini rutin dilakukan setiap dua tahun sekali, dan diadakan di beberapa tempat yang berbeda.

Dalam olimpiade ini ada beberapa cabang lomba, seperti : Psychoprener, Psychoclimb , Psychoscience, Psychopaper, Psychovoice,Psychophotography, Psychodebate, Psychofutsal, Psychofilm,Psychoposter, PsychoInnovation, Psychotour, Psychoworkshop.

Exif_JPEG_420

PsychoFilm merupakan cabang lomba baru sebagai pengganti dari PsychoDrama. PsychoFilm adalah perlombaan pembuatan film pendek yang mengusung tema besar “Harmony in Diversity”.

Sekolah Tinggi Psikologi Yogyakarta (STIPSI) di tunjuk oleh HIMPSI sebagai panitia atau tuan rumah acara Psychofilm .

Panitia dipilih karena memang sebelumnya beberapa waktu lalu pernah mengikuti beberapa perlombaan film Mahasiswa, dan STIPSI Jogja masuk nominasi 16 besar dari lebih dari 50 perguruan tinggi di Indonesia.

Menurut Seta Widi Lesmana salah satu panitia dari Psychofilm ini bahwa “Karena kami kemarin sudah pernah menjadi peserta festival film Indonesia, jadi kita sudah punya konsep, atau gambaran bagaimana sih cara menyelenggarakan festival film, seperti penjuriannya, bagaimana tehniknya, dan showing atau screnning filmnya, dan kami juga banyak mengambil dari beberapa referensi festival film”. ujarnya

Dari panitia sendiri juga mengalami beberapa kendala terkait kepanitiaan,

“kami juga ada kendala sih terkait lomba ini, karena memang baru pertama di adain, jadi belum ada blueprint, jadi kita harus membuat blueprint dan konsepnya Sendiri,” tambahnya.

Namun hal ini berbeda dengan peserta, mereka ada yang mengeluh dengan waktunya yang dikarenakan hanya beberapa hari saja.

Menurut salah satu official film di lomba Psychofilm dari Universitas Airlangga (UNAIR) Afif Dwi Jatmiko mengatakan  “harapan saya sih psycho film ini tetap ada tapi pemberitahuan harus dari jauh sebelumnya, karena kalau bikin film itu kan butuh waktu  lama seperti shooting, merancang konsep film, editing dan lain-lainnya, tidak hanya satu atau dua hari saja” tuturnya.

-SJ&EST-


Informasi Terkait artikel ini :