Pers Mahasiswa AreaWednesday, 18 Oct 2017
Find Us on : RSS/Feed Facebook Twitter

Upacara Bendera HUT RI, 7.000 Mahasiswa dan Dosen Undana Kenakan Pakaian Adat

- 17 August 2017, 10:08

Ribuan Mahasiswa Undana Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), menggelar upacara bendera peringatan HUT RI ke-72 dengan menggunakan pakaian adat. Upacara berlangsung di Lapangan Bola Kampus Undana Penfui, Kota Kupang, Kamis (17/8/2017)PERSMAHASISWA.COM, YOGYAKARTA – Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar upacara bendera dalam rangka HUT RI ke-72 tahun dengan mengenakan pakaian adat dari berbagai etnis di seluruh Indonesia.

Upacara bendera tersebut diikuti lebih dari 7.000 mahasiswa dan dosen serta pegawai Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Secara bersamaan upacara bendera berbarengan dengan perayaan Dies Natalis Undana ke-55. Upacara yang dipimpin langsung oleh Rektor Undana Fredrik L Benu, berlangsung di Lapangan Bola Kampus Undana Penfui, Kamis (17/8/2017).

“Ada sekitar 7.000 lebih mahasiswa, dosen dengan seluruh pimpinan Undana yang hadir di sini ini dengan pakaian adat. Kami mau menunjukan bahwa bangsa ini adalah bangsa yang menjunjung tinggi nilai nilai kebhinekaan,” ucap Benu,seperti dikutip dari kompas.com.

Fredrik L Benu menyampaikan bahwa upacara bendera HUT RI dengan menggunakan pakaian adat itu baru pertama kali digelar sejak universitas negeri pertama di NTT itu berdiri. Dan hal itu dengan sengaja ditampilkan bertujuan agar warga negara dapat menunjukkan bahwa bangsa Indonesia mampu eksis selama 72 tahun karena adanya keberagaman suku dan budaya.

“Kami Undana perlu menunjukan bahwa bangsa ini bisa berjalan hingga 72 tahun, bahkan bisa lebih dari 1.000 tahun, hanya kalau kita bisa mengakui keberagaman kita masing masing, sehingga semua yang hadir dalam upacara ini menggunakan pakaian adatnya dari berbagai suku di Indonesia,” kata Benu, seperti dikutip dari kompas.com.

Benu mengatakan, semua orang harus mengekspresikan bentuk cintanya terhadap bangsa Indonesia, tidak bisa hanya mengucapkan Indonesia, Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika itu hanya dalam hati. Menurut Benu, hal itu harus diwujudkan oleh seluruh civitas akademika Undana dengan ditunjukka melalui wajah, penampilan, dan sikap.

“Ada ratusan etnis yang ada di NTT semuanya datang dengan berpakaian adat. Karena kita di Undana berasal dari berbagai etnis. Bahkan dari seluruh Indonesia ada Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Maluku, Bali, NTB dan Papua. Kita itu bisa indah dan sejuk, kalau kita itu warnanya pelangi dan inilah pelangi Indonesia yang ada di sini,” tambah Benu, seperti dikutip dari kompas.com.

Benu berharap, setiap tahunnya dalam rangka upacara peringatan HUT RI di Undana, seluruh civitas akademika mengenakan pakaian adat.

Kemudian, selesai upacara bendera, dilanjutkan dengan penganugerahan dan penyematan tanda kehormatan kepada sejumlah dosen dan pegawai Undana yang telah mengabdi selama 10 dan 30 tahun, yakni tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya.

Selain itu, acara dimeriahkan dengan penampilan marching band dari mahasiswa, pemain musik sasando, tarian yang dibawakan oleh mahasiswa asal Papua dan tarian Ja’i bersama antara rektor, dosen, dan pegawai di Undana sebagai penutup rangkaian acara.

-WDY-


Informasi Terkait artikel ini :