Pers Mahasiswa AreaWednesday, 18 Oct 2017
Find Us on : RSS/Feed Facebook Twitter

Ratusan Anak Petani Sawit Kuliah di Instiper Jogja

- 16 August 2017, 08:08

Mahasiswa baru mengikuti pembukaan kuliah di Graha Instiper, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Senin (14/8/2017). (Sunartono/JIBI/Harian Jogja)

PERSMAHASISWA,JOGJA – Provinsi Sumatera Utara menjadi penyumbang mahasiswa terbesar bagi kampus Instiper Jogja. Kebanyakan dari mereka adalah anakpetani perkebunan rakyat kelapa sawit.

Rektor Instiper Purwadi menyatakan mahasiswa baru di 2017 mencapai 858 orang. Dari jumlah tersebut, 134 mahasiswa penerima beasiswa, terdiri atas 10 penerima bidikmisi dan 124 penerima beasiswa ikatan dinas dari perusahaan dan pemerintah daerah. Beasiswa ikatan dinas merupakan program baru di 2017, yang mahasiswanya dididik untuk menjadi Sarjana Perkebunan Kelapa Sawit.

Ia mengakui, tahun ini sebanyak 59 % mahasiswa baru masuk dalam minat berbasis kelapa sawit. Pihaknya juga mendapat kepercayaan untuk mendidik 200 mahasiswa jenjang diploma satu dengan beasiswa penuh dari Badan Pengelola Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS). Calon mahasiswa ini berasal dari anak perkebunan kelapa sawit.

“Program ini sejatinya sudah berlangsung lima tahun dan telah meluluskan 22 kelas, baik untuk calon mandor kebun maupun operator pabrik di perkebunan sawit,” tegas Purwadi seperti dikutip dalam solopos.com.

Beliau menambahkan bahwa Sumatera Utara menjadi penyumbang mahasiswa terbesar dengan komposisi mencapai 29% dari 858 mahasiswa yang diterima. Kemudian disusul Riau dengan persentase 20% Kalimantan Tengah 7%, Jawa Tengah 6%, Jambi ada 5% dan siswa dari 23 provinsi lainnya di Indonesia. Dalam konteks kepulauan 65% dari Pulau Sumatera, 15% Kalimantan dan 14% Jawa, sisanya kelulauan lainnya.

Koordinator Kopertis Wilayah V Bambang Supriyadi menjelaskan, Instiper termasuk PTS yang memang banyak diincar masyarakat berlatarbelakang perkebunan seperti sawit. Karena itu tak heran, ketika Sumatera paling mendominasi sebagai maba di kampus ini. apalagi saat ini ada sekitar 24 juta perkebunan nasional, sehingga lulusan bisa berkontribusi terhadap perkebunan tersebut. Sejalan dengan itu, ia mengingatkan kepada seluruh mahasiswa baru di Instiper harus menyelesaikan perkuliahan hingga memperoleh ijazah.

-JJ-


Informasi Terkait artikel ini :