Pers Mahasiswa AreaWednesday, 18 Oct 2017
Find Us on : RSS/Feed Facebook Twitter

Mahasiswi PTS Buang Bayi di Babarsari, Kopertis Bicara Soal Sanksi dari Kampus

- 10 August 2017, 07:08

Mahasiswi Buang Bayi di Babarsari, Ini Kata Kopertis Wilayah DIY Terkait Sanksi dari KampusPERSMAHASISWA.COM, YOGYAKARTA – Ditemukan bayi mungil tak bernyawa di bak sampah samping kantor Dinas Perhubungan DIY, Jalan Babarsari nomor 30, Yogyakarta Rabu (9/8/2017).

Diduga, bayi tersebut dibuang oleh LU, seorang mahasiswi  keperawatan di perguruan tinggi swasta (PTS) di Yogyakarta.

Bayi tersebut ditemukan pertama kali oleh Partini (50) seorang pemulung di kawasan itu. Dialah menemukan kresek berisi jenazah bayi yang masih merah.

Ketika diberada di sekitar TKP, tersangka mahasiswa pembuang bayi berada di sekitar lokasi. Dia juga sempat ngobrol dengan Srinatun, seorang pemilik kos-kosan di wilayah tersebut.

Menurutnya, wajah terduga pelaku saat itu nampak pucat dan bentuk badannya berbeda.

“Waktu itu saya lihat proses evakusi polisi, terus dia (LU) juga lihat. Dia sempat ngomong ‘ih kasihan bayinya, bagus gitu kok dibuang ya buk, padahal putih gitu ya dan badannya gemuk. Kasihan ya buk’, terus dia balik masuk lagi ke kamarnya. Saya mbatin kok mukanya pucat dan kemarin perutnya agak besar tapi kok kecil ini,” kata Srinatun, Kamis (10/8/2017) seperti dikutip dalam tribunjogja.com.

Bayi tersebut kini telah dimakamkan di Makam Tambakbayan.

Kanit tindak pidana tertentu (Piter) Polres Sleman, Iptu Isnaini, mengatakan, pemakaman tersebut dilakukan pihaknya usai berkoordinasi dengan Dukuh Tambakbayan.

Ia juga mengungkapkan, dipilihnya makam Tambakbayan karena terduga pelaku yang menginginkannya.

Sementara itu dilansir dari tribunjogja.com, Pihak Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) wilayah V Yogyakarta menyayangkan peristiwa pembuangan bayi di wilayah Babarsari tersebut.

Koordinator Kopertis Wilayah V Yogyakarta, Bambang Supriyadi, mengatakan, banyak faktor penyebab para remaja kalangan mahasiswa-mahasiswi melakukan pergaulan bebas.

“Misalnya tempat sewa yang campur sampai kos bebas, pasangan muda-mudi itu bisa leluasa,” kata Bambang seperti dikutip dalam tribunjogja.com.

Berulang kali, Bambang dan tenaga Kopertis mengingatkan perguruan tinggi di DIY supaya pimpinan di bidang kemahasiswaan memberi edukasi dan bimbingan.

Mengenai punishment, Bambang tak bisa berbuat banyak karena pihak kampus punya kewenangan tersendiri dalam memberikan sanksi.

 

(JJ)

 


Informasi Terkait artikel ini :