Pers Mahasiswa AreaWednesday, 18 Oct 2017
Find Us on : RSS/Feed Facebook Twitter

Video kekerasan di UnSri yang viral di Sosmed menuai banyak kecaman

- 4 August 2017, 01:08

images

PERSMAHASISWA.COM, Yogyakarta – sosial media adalah sebuah media dimana seseorang dapat membagikan sebuah gambar ataupun video, namun apa jadinya kalau videonya tentang kekerasan seorang oknum polisi dan petugas kampus terhadap Mahasiswa.

Seperti video yang viral di Sosmed setelah di upload melalui Instagram oleh @lambe_turah  yaitu video kekerasan oleh oknum kepolisian dan petugas kampus terhadap Mahasiswa Universitas Sriwijaya (Un Sri) Sumatera, ini kelanjutan dari demonstrasi yang dilakukan 26 Juli 2017, yaitu menuntut penuruan jumlah uang kuliah tunggal (UKT) , yang menyebabkan terjadinya kekerasan oleh oknum polisi dan petugas kampus.

Kekerasan juga dilakukan saat mereka digiring keluar kampus.

Video tersebut menuai kecaman keras dari netizen, seperti yang dikutip dari okezone.com jumat 4/8/2017 bahwa  “Kejadian pemukulan mahasiswa di Universitas Sriwijaya. Kasian dong kakak kakaknya kok di gebukin. Mereka cuma melakukan aksi damai khaaan??,”  dalam tulisan akun tersebut.

Kecaman tidak hanya datang dari warga sipil namun juga datang dari praktisi hukum di Palembang salah satunya adalah para advokat yang tergabung dalam Pusat Bantuan Hukum Peradi Palembang. Ketua Pusat Bantuan Hukum Peradi Palembang Sri Lestari Kadariah juga mengecam kekerasan dan kriminalisasi terhadap mahasiswa peserta aksi yang terjadi di dalam kampus Unsri.

Seperti yang dikutip dari Republika.co.id jumat 4/8/2017 bahwa “Kami mengecam terhadap mahasiswa yang terjadi di dalam kampus Unsri, juga mendesak mengusut tuntas oknum-oknum yang terlibat dalam peristiwa kekerasan tersebut. Peradi juga meminta Rektor Unsri dan pihak kepolisian bertanggungjawab atas kekerasan tersebut. Kami juga mendesak stop kriminalisasi kepada mahasiswa yang kritis terhadap kehidupan kampus,” menurut Sri Lestari Kadariah dalam pernyataan tertulisnya.

 

-SJ-


Informasi Terkait artikel ini :