Pers Mahasiswa AreaWednesday, 18 Oct 2017
Find Us on : RSS/Feed Facebook Twitter

Demo Mahasiswa di Universitas Sriwijaya Ricuh

- 3 August 2017, 11:08

ogan ilir

PERSMAHASISWA.COM, YOGYAKARTA – Ratusan mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) berunjuk rasa perihal uang kuliah dan memprotes pelaporan ke polisi, Kamis (3/8/2017) pukul 10.00, di terminal kampus Unsri Inderalaya.

Dalam aksinya, para mahasiswa menginginkan pemangkasan Uang Kuliah Tunggal sebesar 50 persen dari total Rp 2.400.000 menjadi Rp 1.200.000. Selain memperjuangkan UKT, mereka juga menuntut pencabutan laporan pihak Unsri terhadap Ketua BEM Unsri Rahmad Farizal.

Aksi mahasiswa yang dimulai sejak pagi itu beberapa kali memanas dan sempat rusuh setelah melaksanakan shalat zuhur. Mahasiswa menuntut penurunan biaya UKT yang terlalu tinggi, sebab dianggap mencekik orang tua mahasiswa. Mahasiswa menilai laporan tersebut sebagai bentuk pembungkaman dan kriminalitas mahasiswa dalam penyampaian pendapat dan beberapa aksi yang tidak menemui kesepakatan.

Usai melakukan orasi di terminal kampus, massa bergerak menuju gedung rektorat untuk menyampaikan aspirasinya dengan pengawalan aparat kepolisian. Mereka meminta pihak Unsri menemui mereka, namun tidak ada yang menemui. Akibatnya, dua mahasiswa diamankan karena memaksa masuk gedung rektorat dan memecahkan pintu kaca.

Seperti dilansir dari detik.com, Muhammad Zulkarnain, selaku Wakil Rektor III Unsri mengatakan beberapa perwakilan mahasiswa telah dipanggil untuk duduk bersama dalam membahas persoalan ini. namun dia tidak bisa memebrikan keputusan tersebut karena harus dibicarakan dalam rapat senat.

“Barusan perwakilan mahasiswa sudah kita panggil untuk mendiskusikan persoalan ini. Tapi saya tidak bisa ambil keputusan, karena keputusan itu ada di Senat Universitas,” ujar Zulkarnain, seperti dikutip dari detik.com.

Demikian juga perihal pencabutan laporan terhadap Rahmad Fahrizal. Laporan yang sudah masuk ke Polres Ogan Ilir harus dibicarakan dalam rapat pimpinan Unsri.

“Iya, ada empat poin tuntutan yang mereka (mahasiswa) sampaikan dan sudah kita catat. Salah satunya mengenai laporan itu (Rahmad Farizal), tapi ini juga tidak bisa saya putuskan dan harus menunggu Bapak Rektor,” tutupnya, seperti dikutip dari detik.com.

-WDY-


Informasi Terkait artikel ini :