Pers Mahasiswa AreaWednesday, 18 Oct 2017
Find Us on : RSS/Feed Facebook Twitter

Pembuatan Ensiklopedia Bagi Anak-anak

- 30 July 2017, 12:07

Foto: Dok UNY

Persmahasiswa.com- Yogyakarta, di era globalisasi sekarang ini sudah banyak pengguna teknologi yang canggih dari kalangan anak-anak. Seperti halnya gadget yang memberikan dampak buruk bagi anak-anak dalam pembentukan karakter anak serta lunturnya rasa cinta Tanah Air.

Budaya lokal seperti pewayangan, saat ini jarang dipertunjukkan pada masyarakat. Meskipun dipertunjukkan, yang melihat kebanyakan orang-orang dewasa. Bahkan anak-anak pun enggan untuk melihat karena merasa hal tersebut hanya untuk orang dewasa. Akan tetapi, tokoh seperti Batman, Superman dan lainnya sangat akrab dan dekat di telinga orang dewasa bahkan anak-anak.

 Dari hal tersebut beberapa mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berasumsi untuk membuat media pembelajaran tentang kearifan lokal berbasis tiga dimensi yang berupa ensiklopedia. Lain halnya pada ensiklopedia yang di pasaran. Kalau ensiklopedia daari mahasiswa ini merupakan Ensiklopedia Super Hero Jowo alias Edi Surojo yang memperkenalkan tokoh pewayangan pada anak-anak. Sehingga, anak-anak mengetahui tokoh-tokoh pewayangan tradisional.

“Edi Surojo dirancang sedemikian rupa untuk menarik perhatian anak sehingga proses penanaman karakter menjadi menyenangkan dan dapat diterima oleh anak,” ungkap salah satu mahasiswa, Fatimah Noor Isnaini, seperti dilansir dari laman UNY, Sabtu (29/7/2017). Kutipan dari okezone.com.

Ensiklopedia tersebut menampilkan karakter yang serupa dengan pahlawan. Dan juga memiliki nila-nilai karakter yang positif, yang mana nantinya dapat ditiru oleh anak-anak. Seperti jujur, tanggung jawab, cinta Tanah Air dan sebagainya.

Dalam pengembangan ensiklopedia tersebut, mahasiswa yang berusaha untuk memberikan media pembelajaran dengan penerapan pendidikan karakter didalamnya, antara lain Fatimah Noor Isnaini, Dwi Lestari, Metri Utami Krahayon, serta Hana Ika Safitri.

Tokoh wayang dalam Edi Surojo sendiri, merupakan tokoh-tokoh dalam mahabharata. Agar mudah diajarkan pada anak-anak, buku Ensiklopedia ini disusun dengan bentuk tiga dimensi dan komposisi warna yang menarik untuk peminatan anak dalam mempelajari kearifan lokal.

“Dalam ‘Edi Surojo’ terdapat gambar karakter tokoh, cerita singkat, dan nilai-nilai karakter tokoh pewayangan,” terang Dwi. Kutipan dari okezone.com.

“Upaya mengenalkan kebudayaan lokal berbasis karakter sejak dini melalui jalur pendidikan dianggap sebagai langkah yang tepat karena anak usia dini berada pada usia golden age,” papar Metri.

Membangun karakter anak sejak di usia dini juga penting, mengingat saat ini pendidikan karakter merupakan tema sentral bagi dunia pendidikan di Indonesia. Bahkan, saat ini pendidikan karakter juga tengah digalakkan di berbagai sekolah-sekolah dan daerah.

 

-ARL


Informasi Terkait artikel ini :