Pers Mahasiswa AreaFriday, 18 Aug 2017
Find Us on : RSS/Feed Facebook Twitter

USUNG TEMA HOSJATUM PADA MAY DAY 2017

- 1 May 2017, 07:05

mayday_20170430_212909

PERSMAHASISWA.COM- Yogyakarta, peringatan hari buruh Internasional atau yang kerap disebut May Day 1 Mei 2017, buruh Indonesia sepakat mengusung tema HOSJATUM. HOSJATUM ini adalah kependekan dari “hapuskan outsourcing atau praktik alih daya dan pemagangan, jaminan sosial, dan tolak upah murah.” Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menyuarakan penghapusan sistem kerja yang eksploitatif seperti praktik alih daya dan pemagangan.

Menurut Said Iqbal, presiden KSPI tema yaang diangkat ini merupakan isu lama yang kembali menguat.  Apabila merujuk pada Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Permenkertrans) Nomor 19 Tahun 2012 ia menyebutkna hanya ada lima jenis pekerjaan yang bisa diterapkan terkait dengan outsourcing atau magang. Lima pekerjaan itu adalah cleaning servicecatering,securitydriver, dan jasa penunjang perminyakan. Tapi dalam kenyataan banyak perusahaan penyedia jasa outsourcing diluar lima bidang tersebut.

Terkait jaminan sosial, KSPI menuntut jaminan kesehatan gratis untuk seluruh rakyat, yaitu program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dibiayai negara melalui APBN. Selain itu, KSPI juga menuntut agar jaminan pensiun buruh dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) disamakan. “Perjuangan tentang jaminan sosial ini merupakan dedikasi buruh untuk seluruh rakyat Indonesia. Jangan diskriminatif terhadap buruh. Sama-sama dinamakan jaminan pensiun mengapa dibedakan? Padahal sama-sama warga negara Indonesia,” tutur Said, seperti dikutip pada netralitas.com edisi 21/04/2017.

Sedangkan yang terkait dengan tolak upah, KSPI menuntut Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang pengupahan, dicabut dan pemerintah menjalankan rezim upah layak bagi seluruh pekerja Indonesia. Hal ini dikarenakan upah rata-rata Indonesia masih kalah jauh dengan beberapa negara tetangga.

Andi Gani Nena Wea, pimpinan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) mengungkapkan bahwa pihak KSPSI tidak akan berorasi seperti peringatan May Day tahun-tahun sebelumnya, yaitu orasi politik akan digantikan dengan pawai budaya.  “Ada marching bandPencak Silat, dan pertunjukkan lainnya. Parade kebudayaan nusantara akan digelar di jalan-jalan sampai ke depan Istana,” tutur Andi seperti dilansir dari kompas.com edisi 1/05/2017.

(zrm)

 


Informasi Terkait artikel ini :